Thursday, 24 January 2008

P3Ny4Ki7

Rosulullah bersabda kepada menantunya, Ali r. a. “Wahai Ali, setiap sesuatu pasti ada penyakitnya.
penyakit bicara adalah bohong
penyakit ilmu adalah lupa,
penyakit ibadah adalah riya',
penyakit akhlaq mulia adalah kagum kepada diri sendiri,
penyakit berani adalah menyerang,
penyakit dermawan adalah mengungkap pemberian,
penyakit tampan adalah sombong,
penyakit bangsawan adalah membanggakan diri,
penyakit malu adalah lemah,
penyakit mulia adalah menyombongkan diri,
penyakit kaya adalah kikir,
penyakir agama adalah nafsu yang diperturutkan...”


Ketika berwasiat kepada Ali bi Abi Thalib, Rosulullah bersabda, “Wahai 'Ali, orang yang riya' itu punya tiga ciri, yaitu : rajin beribadah ketika dilihat orang, malas ketika sendirian dan ingin mendapat pujian dalam segala perkara.”
Wahai 'Ali, jika engkau dipuji orang, maka berdo'alah, “Ya Allah, jadikan diriku lebih baik daripada yang dikatakannya, ampunilah dosa-dosaku yang tersembunyi darinya, dan janganlah kata-katanya mengakibatkan siksaaan bagiku...”

Ketika ditanya bagaimana cara mengobati hati yang sedang resah dan gundah gulana, Ibnu Mas'ud berkata, “Dengarkanlah bacaan Al-Qur'an atau datanglah ke majlis-majelis dzikir atau pergilah ke tempat yang sunyi untuk berkhalwat dengan Allah SWT. Jika belum terobati juga, maka mintalah kepada Allah SWT hati yang lain, karena sesungguhnya hati yang kamu pakai bukan lagi hatimu..”

Tuesday, 18 December 2007

Idul Adha

Alhamdulillah kita masih diberi kesempatan untuk bertemu dengan Hari Raya Idul Adha yang diperingati oleh umat Islam diseluruh penjuru dunia. Hari Raya yang jatuh pada 10 Dzulhijjah setiap tahunnya ini disebut juga dengan Hari Raya Besar, karena pada bulan ini banyak peristiwa yang sangat sakral bagi umat Islam. Sebagian umat Islam diseluruh dunia berkumpul di Kota Makkah untuk melaksanakan Ibadah Haji yang diperintahkan Allah, dan pada hari ke-10 Dzulhijjah umat Islam melaksanakan Sholat Idul Adha disertai dengan penyembelihan hewan Qurban.
Banyak sekali amalan-amalan sunnah serta anjuran Rosulullah pada saat tiba bulan Dzulhijjah, antara lain :


1. Melakukan puasa sunnah pada hari Arafah (9 Dzulhijjah) dan memperbanyak do'a
2. Disunnahkan mandi di hari raya Idul Adha
3. Disunnahkan imsak (tidak makan dan minum) sampai sholat hari raya dilaksanakan
4. Disunnahkan sholat Idul Adha
5. Memperbanyak bacaan Takbir sampai tanggal 13 Dzulhijjah
6. Menyembelih hewan qurban (unta, sapi, kambing dan domba)
7. Memperbanyak bersedekah

Demikian yang telah dilakukan dan dianjurkan oleh Rosulullah, dan kita sebagai umatnya sudah sepatutnya untuk menghidupkan sunnahnya. Semoga dapat bermanfaat.
Sesungguhnya kebenaran itu dan datangnya dari Allah dan kekhilafan datang dari penulis pribadi.

SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA

Saturday, 8 December 2007

Cinta yang membawa ke surga

Jatuh...yang tidak mengundang orang simpati ialah jatuh cinta. cinta adalah fitrah dan karunia Ilahi. tidak ada siapapun yang dapat melarikan diri daripada mencintai dan dicintai. namun demikian, puncak cinta...ada orang masuk syurga karena cinta dan tidak sedikit orang yang akan dihujamkan ke neraka gara-gara cinta.

Cinta yang dialirkan oleh Allah ke dalam hati, itulah cinta yang benar, suci lagi murni. Cinta yang bukan diukur ikut pandangan mata, tapi ikut pandangan Allah. Ia bersebab karena Allah dan cinta diberipun untuk dapat keridhaan Allah. Cinta begini tiada batasannya, tidak pula kenal jenis kelamin dan kedudukan dan cinta lahir dari sama-sama cinta pada Allah.
Cinta yang sesungguhnya ini bisa berlaku pada lelaki dengan lelaki, wanita dengan wanita, lelaki dengan wanita, antara murid dengan guru, suami dengan istri, sahabat dengan sahabat, rakyat dengan pemimpin, antara umjat dengan Nabinya dan yang paling tinggi antara hamba dengan Tuhannya.


Kalau berlaku antara lelaki dan wanita yang tidak diikat oleh tali perkawinan, mereka tak akan memerlukan untuk berjumpa, bercakap atau melakukan apa saja yang bertentangan dengan kemauan Allah.
Cinta mereka tidak akan dicelakai oleh nafsu birahi sebaliknya cinta itu ialah tautan hati yang berlaku walaupun tak pernah jumpa atau baru kenal tapi rasa sayang dan rindu. Hati sedih kalau orang yang dicintai ditimpa susah, senang kalau orang yang dicintai itu senang. Sanggup susah-susahkan dan korbankan diri untuk senangkan orang yang dicintai
Cinta yang begini diceritakan dalam hadits, yaitu "Seorang lelaki yang bertemu dan berpisah dengan sahabatnya karena Allah maka mereka akan mendapat perlindungan Arsyi Allah di padang maghsyar nanti, hari dimana masing-masing orang mengharap sangat lindungan dari matahari yang sejengkal saja dari kepala. Kalau berlaku antara suami istri maka istri akan meletakkan seluruh ketaatan kepada suami, berkhidmat dan melayani suami tanpa jemu-jemu. Baik ketika suami tunjukan sayang atau ketika suami marah-marah. Baik ketika suami kaya ataupun miskin, atau suami kawin lagi, cinta istri pada suami tiada berbelah bagi.
karena cintanya pada suami datangnya dari Allah hasil ketaqwaan isteri.
begitu juga suami, cinta pada isteri tiada terkira, pada isteri muda ataupun tua. terpatri pada hatinya. selagi isteri taat pada Allah, isteri tetap dikasihinya. kalau ia ada empat isteri, tentulah isteri akan bertanya-tanya pada isteri yang mana yang paling ia cintai/ kalau cinta itu bersumber kepada Allah tentu isteri yang paling taqwalah yang paling layak dicintai.

Cinta Allah yang utama

Sumber cinta yang datang dari Allah akan meletakan Allah paling tinggi dan utama.
misalkan misalkan seorang isteri yang cinta suaminya. Cinta Allah ialah taraf cinta yang tinggi. puncak cinta ini ialah pertemuan yang indah dan penuh rindu di syurga yang dipenuhi dengan kenikmatan.
Cinta pada Allah akan lahir pada orang yang mengenal Allah. karena cinta lahir bersebab. kalau wanita cinta pada lelaki karena kayanya, baiknya, tampannya,dan sebagainya dan lelaki cinta wanita karena cantik, baik, lemah lembut dan sebaginya maka bagi mereka yang berakal akan merasa lebih patut dicurahkan rasa cinta pada Allah karena segala kenikmatan itu datangnya dari Allah.

from Mutiara Amaly Magazine

Wednesday, 28 November 2007

Dzikrullah

Sesungguhnya dzikrullah adalah semulia-mulia ibadat, sebesar-besar cara mendekatkan diri kepada Allah, makanan roj dan sumber ketenangan hati orang yang beriman. Firman Allah dalam surah ar-Ra'd ayat 28 yang bermaksud "Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka tenteram dengan mengingati Allah, Ingatlah hanya dengan mengingati Allah hati akan menjadi tenang". Allah memerintahkan kepada hamba-Nya memperbanyak dzikir. Dzikir bisa dilakukan melalui lisan maupun dengan hati.
Dzikir dengan lisan adalah dengan menyebut Asma Allah berulang kali, menyebut sifatnya atau melafalkan puji-pujian kepada-Nya, menghadirkan kebesaran, keagungan, kehebatan, kemuliaan, dan kesempurnaan Allah di dalam diri dan jiwanya.


Seseorang yang lidahnya senantiasa basah dengan mengingati Allah akan mendapat beberapa manfaat antaranya:
* Membersihkan hati dari sifat madzmumah
* Melembutkan hati sehingga dapat melihat kebenaran yang datang dari Allah
* Merasa betapa dekatnya diri dengan Allah sehingga bila dapat musibah langsung menggantungkan diri pada Allah
* Meningkatkan mutu amalan kepada Allah
* Memelihara diri daripada gangguan syaitan yang senantiasa mau menyesatkan manusia
* Menjadi penawar kepada hati yang sering gundah gulana, keluh kesah, dan tidak tenteram

Ucapan "La Ilaha Illallah" adalah ucapan dzikir yanbg paling mulia. Mengerjakan sholat termasuk dalam kategori dzikrullah. Membaca Al-Qur'an juga adalah dzikir yang paling mulia.
"Tidaklah kami tahu bahwasanya Allah, kepada-Nya bertasbih apa yang ada di langit dan bumi, dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) sholat dan tasbihnya. Dan Allah Maha mengetahui apa yang mereka kerjakan." (Qs. 24:41)

"Langit yang tujuh, bumi, dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tidak ada satupun melainkan berasbih dengan memuji-Nya. Tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia Maha Penyantun dan Maha Pengampun.: (Qs.17:44)

Ya allah, berilah aku kekuatan menggenggam padu azam menjejak jalanMu, sinarilah hidupku dengan cahaya DeenMu, tetapkanlah aku dilandasaaaan rahmatMu. Biarpun rintangan kan menanti, akan kurempuh berbekal iman yang teguh. Meskipun cobaan datang silih berganti, Insya Allah akan kutemuh berteman iman yang kukuh. Moga hidupku mendapatkan RidhoMu, matiku Khusnul Khotimah dan Akhirat nanti bertemuMu Yang Esa di Jannatul Firdaus. Amin Ya Rabbal'Alamin.

from Mutiara Amaly

Saturday, 24 November 2007

Nikmatnya Kesehatan

Allah mencintai hamba-Nya dengan berbagai cara. Mencintai tanpa harus meminta balasan apapun. Terkadang kita tak menyadari bahwa bagitu sayangnya Allah pada kita, sampai tak satupun tingkah laku kita lepas dari pengawasan Allah. Kasih sayang Allah terkadang berwujud sebuah ujian yang banyak mengandung hikmah didalamnya. Seperti pada diriku, Allah menyayangiku dengan memberikanku suatu penyakit yang tak pernah kurasakan sebelumnya. Saat dokter memvonis diriku dengan penyakit Thypus badanku terasa tak bertenaga lagi. Aku tersadar ternyata seluruh ragaku milik Allah dan Dia berhak untuk memberikan kesempatan ragaku untuk berhenti dari aktivitas.

Selama 3 Minggu aku harus berada di singgasana yang sering kugunakan untuk melepas lelah. Dan tak pernah kubayangkan sebelumnya aku tak bisa melakukan aktifitas apapun, sholat, makan, minum, semua kulakukan tanpa meninggalkan bantal dan guling.
Sampai suatu saat aku berfikir apakah ini saatnya aku meninggalkan semuanya, tak bisa kubayangkan pasti aku sangat malu dan tak kuasa bila harus menghadap Allah saat itu dengan amal yang sangat minim dan sangat tak layak untuk menghampiri Dzat Yang Maha Kuasa. Dalam sakitku, aku berdo’a agar Allah memberiku kesempatan sekali lagi agar aku lebih pantas dihadapan-Nya.
Aku sadar bahwa selama ini tidak memperhatikan titipan Allah yang sangat berharga. Waktu sehatku tak kuperhatikan untuk menjaga amanah ragaku dengan sebaik-baiknya. Aku peras tenagaku tanpa memperhatikan begitu menderitanya organ di dalam tubuhku. Aku terlalu sombong dengan meyakini bahwa aku tak akan jatuh sakit. Kini saat semua organ tubuhku berontak, apalah dayaku, yang tersisa hanya penyesalan.
Kasih sayang seorang Ibu yang selalu menjagaku, do’a dan dukungan dari semua teman yang mencintaiku membuatku mempunyai kekuatan untuk berjuang agar segera sembuh.
Alhamdulillah, Allah masih mencintaiku dengan mengingatkan aku melalui sakit ini. Apa jadinya bila Allah meninggalkan aku, tak mencintaiku lagi, pasti rasanya 1000 kali lebih menderita dari sakit yang kurasakan. Aku teringat pada sebuah hadits yang salah satu artinya “Pergunakanlah waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu”. Sebuah hadits yang terkadang aku lupakan dengan memvorsir diriku sendiri.
Sesungguhnya kesehatan itu adalah suatu kenikmatan yang sangat berharga dari apapun, dan hanya orang sakitlah yang bisa merasakan begitu tak ternilai dengan apapun nikmat kesehatan manusia. Allah memberikan amanah tubuh yang sempurna untuk kita jaga, maka pergunakan dengan sebaik-baiknya amanah yang diberikan Allah kepada kita. Berikan waktu untuk organ tubuh kita beristirahat. Dengan demikian kita sudah berlaku adil pada tubuh kita dengan membiarkannya sehat dan bekerja sesuai Sunnatullah. Semoga dengan ujian pada diriku, aku mendapatkan ibroh yang bisa kupergunakan sebagai bekal saat aku mulai menjalankan semua aktifitas rutin yang menantiku.

Inspirated by me…