Sunday, 4 April 2010

PERIH

Gerimis...Dingin...Kabut...Menyelimuti langkah-langkah kecil yang perlahan dengan merintih. Merangkai kaca-kacah pecah yang tercecer dengan sakit yang merona. Terbingkai lukisan hati yang mulai rapuh. Terombang-ambing bagai kapal yang karam karena ombak.

Semuanya hanya semu. Semuanya hanya mimpi. Semuanya hanya kepedihan yang tak berujung.
Rangkaian hati mulai tersayat dengan luka yang ditorehkan angkara.
Sedikit-sedikit tapi sangat PERIH bila terus-menerus digoreskan.
Air mata-pun sudah tak mampu menghapuskan. Baja sekuat apapun akan terkikis bila Air yang ringan terus menerus membasahi. Perasaan tidak pernah bohong, Hati Nurani tidak pernah ingkar, Hanya jiwa yang lunak yang mampu bertahan.

Jika memang tak sanggup lagi menorehkan kasih, berlarilah sekuat tenaga.
Jangan menoleh ke belakang, karena hanya akan menemukan serpihan hati yang retak.
Jika hanya akan membuat beban hidup menjadi berat
Lepaskanlah dengan lekas, karena kau tidak akan pernah memungutnya kembali.
Bebaskan diri dari imajinasi yang akan membunuh orang sekelilingmu
Rasakanlah kedamaian itu yang akan datang seiring dengan kepergian kerikil tajam ke samudra pasir yang jauh tanpa jejak.
Ikhlaskan diri untuk memulai merangkai waktu yang hilang karena kelalaian...
Walaupun itu PERIH...



Wednesday, 31 March 2010

Fenomena Ujian Nasional

Ujian Nasional... mungkin kita sudah melaluinya atau kita sekarang lagi mengikutinya..
Ujian Nasional selama ini telah dijadikan patokan untuk mengukur keberhasilan siswa, guru dan sekolah. Mengapa diadakan Ujian Nasional? itu karena kita belum punya alat ukur untuk mengukur keberhasilan suatu proses pembelajaran di Indonesia. Hasil Ujian Nasional yang bagus akan berdampak pada guru dan sekolah pada umumnya. Bagi sekolah Swasta, pencapaian tingkat kelulusan yang tinggi akan menjadikan nilai jual yang bagus untuk perkembangan sekolah tersebut kedepannya. Tapi bila Ujian Nasional gagal pada suatu sekolah, maka akan sangat berdampak pada sekolah tersebut (boleh dibilang seperti kehilangan muka). Tapi setujukah Anda dengan adanya Ujian Nasional?

Ada beberapa cerita yang saya temukan mengenai Ujian Nasional
Ada beberapa daerah yang melaksanakan Ujian Nasional dengan tingkat kejujuran yang sangat rendah. Hal ini mereka lakukan karena mereka takut murid-muridnya tidak lulus ujian dan sekolahnya tidak mempunyai murid.
Lalu ada cerita lagi. Seorang murid SMA ada yang meninggal dunia karena malamnya dia belajar sampai tidak tidur, dan pagi tidak sempat sarapan sehingga dia pingsan setelah selesai mengerjakan soal Ujian pada hari ke-2 sampai akhirnya meninggal dunia.
Dan masih banyak sekali cerita-cerita yang kadang membuat dada ini merasa sesak bila mendengarnya. Seharusnya semua ini tidak terjadi bila sistem pendidikan diperbaiki lagi dan di tinjau ulang. Kadang para petinggi pendidikan kurang peka dengan semua ini, mereka hanya memenuhi tuntutan pemerintah dan jarang memperhatikan hal-hal yang kecil tapi sangat berharga.
Seharusnya mereka diuji sesuai dengan kompetensi yang telah mereka kuasai dan sesuai dengan keahlian mereka. dan mereka tidak di tuntut untuk harus menguasai semua hal, karena itu sangat memberatkan. Ujian Nasional tidak harus menjadi patokan, boleh saja diadakan Ujian Nasional hanya sebagai evaluasi belajar saja, tapi kalau sebagai patokan keberhasilan pembelajaran itu sangat merugikan. Boleh jadi anak yang lulus Ujian Nasional dengan nilai bagus adalah anak-anak yang kesehariaanya mereka bermalasan dan ketika ujian mereka mendapatkan contekan sehingga dia mendapatkan hasil yang bagus. dan boleh jadi anak yang tidak lulus Ujian Nasional adalah anak-anak yang mempunyai bakat tertentu dan anak yang mempunyai moral yang baik, dan itu sangat disayangkan apabila itu sampai terjadi.
Secara psikologis, anak-anak yang akan menempuh Ujian Nasional mempunyai tingkat ke-stres-an tinggi daripada kesehariannya. Mereka tertekan dengan tuntutan yang harus mereka jalani dan mereka sangat terbebani. Dan banyak diantara mereka yang melakukan tindakan yang tidak wajar untuk menutupi ketegangan mereka dan itu sangat merugikan sekali.
Guru-guru juga demikian. Mereka melakukan banyak cara agar muridnya bisa lulus ujian, baik dengan cara yang baik sampai melakukan hal-hal yang kurang baik pula. Kalau sudah demikian, dimanakah nilai moral kita sebagai penerus bangsa ini. Disatu sisi kita ingin menjadikan peserta didik kita menjadi siswa yang mempunyai nilai moral tinggi tapi disisi lain kita bisa melakukan banyak hal untuk memenuhi tuntutan yang kadang membuat beban bagi kita.

Lalu apa yang harus kita lakukan?
Ujian Nasional untuk sementara masih harus kita hadapi, karena kita masih dibawah naungan departemen yang mengharuskan ada evaluasi yang terukur meski masih dalam pro dan kontra. Tapi kita harus bisa menyiasatinya agar kita selamat menghadapinya tanpa harus ada coretan hitam pada diri kita.
Mulailah dari diri kita dan salurkan pada peserta didik kita. Caranya adalah ajak mereka untuk berlaku jujur dalam melakukan suatu hal. Bimbing mereka dengan menanamkan moral-moral yang bagus agar mereka lebih bersikap rendah hati.
Berikan merekan semangat dan kata-kata positif untuk menaikkan kepercayaan diri mereka. Dan ubah pola berfikir mereka bahwa UNAS bukan akhir dari segalanya dan bukan menjadi beban.. anggap aja sebagai evaluasi diri. karena UNAS bukan salah satu penentu keberhasilan seseorang. banyak anak yang tidak lulus UNAS tapi dia berhasil ke-depannya..
Jadi UNAS... siapa takut!!!
tetaplah semangat dan jujur.. itu adalah kunci untuk mengejar mimpi.

semoga bermanfaat ^_^

Friday, 30 October 2009

Pembelajaran TIK yang Menyenangkan

Assalamu'alaikum semuanya...
Hari ini saya mencoba sharing sesuatu yang sudah saya lakukan yaitu pembelajaran TIK di kelas, saya menulis hanya sebagai arsip saja dan apabila bermanfaat bagi pembaca saya sangat bersyukur :)

Belajar TIK untuk SMP tidak melulu harus praktikum di depan Komputer, apalagi kalau materinya tidak mengharuskan anak-anak duduk di depan komputer. Pada materi TIK kelas 7 contohnya, materi yang diajarkan bukan praktik tapi lebih banyak pemahaman. Dari salah satu materi yang diajarkan ada materi yang diharuskan mereka memahami tentang dampak positif dan negatif dari penggunaan TIK dilingkungan sekitar. Biasanya pada pembelajaran ini guru mengajak siswa melihat tayangan yang menunjukkan tentang keuntungan dan dampak negatif penggunaan TIK. Kalau saya karena tidak mempunyai Videonya dan fasilitas yang kurang mendukung, maka saya menggunakan media lain yaitu KORAN BEKAS.. gimana caranya ?

Pertama saya bagi mereka dalam beberapa kelompok dengan atu kelompok terdiri dari 3 orang. Setelah itu mereka saya beri lembar kerja yang isinya tabel sebagai berikut :


Langkah selanjutnya adalah siswa diberi sedikit pengarahan tentang bagaimana cara mereka melakukan observasi. Kemudian siswa diajak untuk ke perpustakaan untuk dapat melakukan pencarian pada koran-koran bekas yang ada di perpustakaan.
Siswa juga tidak diperbolehkan untuk menggunting atau mencorat-coret koran yang digunakan untuk pembelajaran. Siswa yang telah menemukan artikel langsung mencatatnya pada lembar kerja yang telah disediakan



Setelah siswa mencari dan mencatat hasil observasi, maka pada pertemuan berikutnya tiap kelompok yang mempresentasikan hasil kerja mereka di depan kelas untuk didiskusikan dengan teman-teman yang lain, sehingga antar kelompok dapat menemukan hal-hal baru yang dapat disharingkan pada kelompok yang lain.
Metode ini sejauh ini sangat menyenangkan bagi anak-anak. Disamping anak-anak lebih faham tentang materi yaitu dengan melakukan pengamatan langsung pada dunia luar, mereka juga belajar untuk berkomunikasi di depan kelas. Melatih membaca dan bekerja sama.
Metode ini juga bermanfaat bagi mereka untuk melatih mengemukakan pendapat dan mendengarkan pendapat orang lain.
Meskipun begitu metode ini juga mengalami kendala, yaitu siswa yang cenderung pasif menyebabkan diskusi di kelas menjadi kurang hidup, dan ada beberapa siswa yang cenderung mengandalkan siswa yang lain untuk bekerja.

Demikian tulisan saya, apabila ada saran dan cara efektif lain bisa disharingkan melaui komentar. Semoga bermanfaat ^_^

Friday, 23 October 2009

Facebook --> Kesenangan Yang Bikin Ketagihan

Facebook.com Siapa yang tidak kenal situs tersebut.. sebuah situ pertemanan dalam dunia maya yang lagi trend saat ini. Mulai anak-anak sekolah sampai orang tua jadi penggemar situs tersebut. Sebenarnya apa sih facebook itu? berikut ini kutipan yang saya ambil dari Wikipedia.org tentang Facebook :

Facebook adalah situs web jejaring sosial yang diluncurkan pada 4 Februari 2004 dan didirikan oleh Mark Zuckerberg, seorang lulusan Harvard dan mantan murid Ardsley High School. Keanggotaannya pada awalnya dibatasi untuk siswa dari Harvard College. Dalam dua bulan selanjutnya, keanggotaannya diperluas ke sekolah lain di wilayah Boston (Boston College, Boston University, MIT, Tufts), Rochester, Stanford, NYU, Northwestern, dan semua sekolah yang termasuk dalam Ivy League. Banyak perguruan tinggi lain yang selanjutnya ditambahkan berturut-turut dalam kurun waktu satu tahun setelah peluncurannya. Akhirnya, orang-orang yang memiliki alamat surat-e suatu universitas (seperti: .edu, .ac, .uk, dll) dari seluruh dunia dapat juga bergabung dengan situs jejaring sosial ini.


Selanjutnya dikembangkan pula jaringan untuk sekolah-sekolah tingkat atas dan beberapa perusahaan besar. Sejak 11 September 2006, orang dengan alamat surat-e apa pun dapat mendaftar di Facebook.[2] Pengguna dapat memilih untuk bergabung dengan satu atau lebih jaringan yang tersedia, seperti berdasarkan sekolah, tempat kerja, atau wilayah geografis.

Hingga Juli 2007, situs ini memiliki jumlah pengguna terdaftar paling besar di antara situs-situs yang berfokus pada sekolah dengan lebih dari 34 juta anggota aktif yang dimilikinya dari seluruh dunia.[3] Dari September 2006 hingga September 2007, peringkatnya naik dari posisi ke-60 ke posisi ke-7 situs paling banyak dikunjungi,[4] dan merupakan situs nomor satu untuk foto di Amerika Serikat, mengungguli situs publik lain seperti Flickr, dengan 8,5 juta foto dimuat setiap harinya.[5][6]

sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Facebook

Dewasa ini facebook sangat digemari dan memiliki banyak sekali penggemarnya. Banyak sekali orang yang memanfaatkan sebagai ajang pertemanan, mencari teman lama, chating, nge-game, sharing informasi melalui facebook. Saya sendiri tertarik menggunakannya setelah murid saya minta diajarkan bagaimana membuat facebook dan mau tidak mau saya pun harus membuatnya. Belum satu tahun menggunakan ternyata banyak sekali manfaatnya, saya bisa bertemu teman lama dan sampai bisa janjian reunian dengan teman2 SMA. Terus bagaimana seh cara gabung di Facebook? Mudah banget kok, tinggal ketik pada address bar : http://www.facebook.com/ maka akan muncul tampilan seperti di bawah ini



setelah itu kita tinggal mengisi form yang telah disediakan dan tentunya harus memiliki email dulu baru kita bisa memiliki account di facebook. Dan kita langsung bisa menggunakannya sesuai dengan kebutuhan kita.

Bermain-main dengan facebook ternyata menyenangkan dan bikin ketagihan, mulai dari update status samapi memberi komentar dari status teman. Facebook ibaratnya diary kecil elektronik pengganti Blog yang terkadang tidak sempat untuk ber-bloging ria. Meskipun begitu kita juga harus memperhatikan etika-etika dalam pemanfaatan facebook, karena facebook bisa dibaca semua orang yang menjadi teman kita. Jangan sampai dengan Facebook kita jadi memiliki musuh karena kita menuliskan kata-kata yang tidak baik dan bisa jadi kita terkena pidana gara-gara facebook. Facebook juga bisa menjadi cermin diri dari sifat si pemakai, ini bisa dilihat dari status-status yang tuliskan pengguna facebook setiap mereka login. Dari sini kita bisa tahu apa aktifitas yang dilakukan pengguna facebook.

Ketagihan facebook bisa membuat dampak buruk bagi kita, orang yang tidak bisa memanage waktu dengan baik bisa jadi akan terhipnotis dengan adanya facebook. Kita bisa bisa kok mengendalikan kesenangan dapa facebook kalo kita ingin, misalnya melakukan hal-hal yang lebih bermanfaat lain selain harus duduk diam menatap facebook di depan komputer. Mungkin pendapat orang mengenai facebook itu haram ada benarnya juga kalo kita sampai melalaikan kewajiban kita sebagai makhluk yang masih mempunya Tuhan yang selalu memantau aktivitas kita.

So.. sekarang kita yang menentukan apakah facebook bisa bermanfaat atau menjerumuskan... Setiap hal mempunyai akibat, dan kita sendiri yang akan menerimanya. Mualilah dengan ber-facebook yang sehat.. dan tentunya Anda sendiri yang mengetahui bagaimana caranya. Good Luck!!

Salam facebookers ^_^




Friday, 24 July 2009

Seminar Nasional Enterpreneurship

Seminar Enterpreneurship

“Technoprenenur Learning for Teaching Factory”